Jumat, 02 Oktober 2009

Money.. money.. can be funny.. in the real of world.

I hate money... Geld... hepeng... what ever!!!

Kenapa di dunia ini tercipta yang namanya "uang".. Padahal uang itu bisa jadi sumber masalah..
Orang menjadi gila, karena cinta uang, orang bisa membunuh karena uang, orang bisa menjadi penipu karena uang. Pokoknya teman, banyak dampak negatif karena uang.
Apakah ada yang mempunyai pengalaman menarik karena uang ? mungkin kalian bisa bagi tips denganku.

Tapi dari itu semua... kita semua intinya memerlukan "UANG". Itu yang kusesalkan. Kenapa aku atau pun semua orang di dunia ini membutuhkan uang.
Pengalaman yang menarik adalah, saat gajian.. uang itu datang padaku, mereka berbicara "simpan aku!". Wow.. mereka bekerja sama dengan baik. Pada waktu sekitar 10 menit perjalanan ke rumah.. Kriiiing.. ada bunyi telp dari kerabatku. "See.. aku butuh uang. Aku tak tahu bagaimana, hanya kamu yang bisa menolongku..". Hatiku berbicara "ayo tolong dia.." Sedangkan uang di dalam buku tabunganku tetawa "hahahaha buat apa kau simpan, kalau akhirnya terpakai juga." Dan mereka ku ambil dengan ketegaran dibandingkan kesedihan yang dari seorang kerabat. Mereka tertawa, karena mereka tahu aku membencinya. Tanpa melewati satu hari, uang itu sudah pergi dengan sendirinya dan puas menertawaiku. Aku tetap berdiri tegar dengan merelakan kepergian sang uang.

Pengalaman selanjutnya adalah seorang teman mengajak shopping saat uang itu sendiri sudah pergi. Pikirku aku akan melihat - lihat saja. Uang itu meledekku, "do you think so ?"
Bah, dia tak tau pikiriku, aku paling jago menahan diri.. We will see...
2 Jam awal, semua berjalan dengan baik. Mereka (uang) masih meledek dan mencoba merayu..
Aku melihat semua etalase semakin berkilau.. seakan baju yang indah melambai dan berkata "ayo.. coba aku dan bawa aku pulang.." Tetapi tenang.. aku masih bisa menahannya. Imanku tidak guncang.

Semakin berat mata ku melihat keindahan semua yang ditawarkan, semakin tertarik dan menarik. Temanku sudah semakin membawa tentengan banyak, ia memang berbeda. Mungkin tak seperti aku ke H U H A N G A N nya. Tetapi uang itu semakin licik, mereka menyedot jiwaku menjadi timbul rasa kecewa yang besar, mungkin bisa di sebut iri hati. Aku membandingkan kehidupan semua orang di sekelilingku, bahkan orang yang kulihat hanya 5 menit bisa aku analisis. Well.. it was so bad... aku terdiam dan mata air ku tumpah dengan sekejap. Orang lain mungkinberpikir bahwa aku tersedak karena aura negatifku yang mengembang.

Keine Ahnung... apa yang terjadi... tapi duit adalah yang pertama tertawa gembira, karena berhasil meruntuhkan iman ku yang besar.
Ini dapat menjadi pembelajaran ku..
Jika ku lihat lebih dalam dengan mata hati dan jiwa yang murni.. aku harus lebih bersyukur. Karena lebih banyak orang lain yang tidak berkecukupan seperti aku. Bahkan kekayaan dapat runtuh dengan sekejap karena gempa bumi dan kejadian alam di luar batas pemikiran manusia..

God.. please forgive my sinn.
Ich bin nur ein Mensch..
Terima kasih.. ku bersyukur.......

see